Bahas Ketahanan Pangan Di Tengah Pandemi COVID-19, BEM FP-UTU Gelar Diskusi Online
  • UTU News
  • 23. 05. 2020
  • 0
  • 290

MEULABOH - UTU | COVID-19 tidak saja membatasi ruang gerak masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi yang pada akhirnya mengurangi akses dan kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan yang cukup sehingga berdampak pada produktivitas Pertanian.

Begitu pula dengan Indonesia saat ini Meski pemerintah sudah memastikan stok sejumlah bahan pangan seperti beras, gula, garam mencukupi kebutuhan, ada faktor lain yang harus di perhatikan yakni distribusi dan daya beli warga sangat memengaruhi aksesibilitasnya. Dampak yang dapat terjadi seperti Kenaikan harga bahan pangan di sejumlah daerah, dan juga mewaspadai mafia pangan yang menumpuk bahan kebutuhan dasar ini guna menjaga stabilitas harga di tingkat Masyarakat atau konsumen dan produsen pangan itu sendiri.

Wabah Pandemi Covid-19 menyebabkan timbulnya berbagai dampak bagi kehidupan manusia, termasuk salah satu yang menjadi perhatian utama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar ialah mengenai kondisi ketahanan pangan di Provinsi Aceh.

Menyadari hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UTU terdorong untuk mengadakan kegiatan diskusi dengan mengusung tema "Peran Mahasiswa Ditengah Pandemi COVID-19". Kegiatan ini menghadirkan pemateri, Hasbi Abdullah yang merupakan Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Periode 2018/2020.

Diskusi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Video Teleconferen Zoom meetings yang dipandu langsung Oleh Rahmat Dilta Harahap selaku Plt Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar serta diikuti oleh 70 orang peserta Mahasiswa yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia. Jum'at (22/5/2020) pukul 14:20 WIB.

Rahmat Dilta Harahap kepada media UTU.News mengatakan diskusi ini merupakan diskusi yang di peruntukkan untuk mahasiswa secara umum, sehingga mahasiswa dari manapun dapat ikut dalam kegiatan diskusi ini, yang mana dalam kegiatan ini bertujuan untuk menguak informasi bagaimana kondisi pangan kita saat ini ditengah pandemi covid-19. Sehingga diharapkan semakin banyak yang mengikuti kegiatan semakin banyak informasi yang didapatkan.

"Tujuan kita untuk mengetahui sedalam mana permasalahan pangan yang dihadapi rakyat, mengetahui peran apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, juga mencari solusi yang tepat untuk mengatasi krisis pangan pada kondisi pandemi saat ini." Terangnya.

Kegiatan ini bertujuan membahas terkait peran Mahasiswa dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19. Dimana kita tahu bersama Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) memperingatkan akan terjadi kelangkaan dan darurat pangan di tengah pandemi virus Korona (Covid-19). Pembatasan sosial dan skema penguncian (lockdown) yang diterapkan di banyak negara akan memengaruhi produksi pertanian global.
Tentunya hal ini juga menjadi PR bagi pemerintah Indonesia yang telah menerakan PSBB agar tetap mampu menjaga ketahanan Pangan, karena bila ketahanan pangan tidak terjaga dengan baik maka rakyatlah yang akan menjadi korbannya.

Hasbi Abdullah dalam pemaparannya menjelaskan bahwa sebagai Mahasiswa kita juga dapat ikut andil untuk menjaga ketahanan pangan agar dapat bertahan hingga status pandemi ini berakhir.

"Pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap Ketahanan Pangan, Sebagai Mahasiswa kita dapat melakukan berbagai gerakan baik itu dalam lingkup sederhana maupun lingkup yang lebih luas. Mahasiswa dapat mendata kondisi hasil pertanian di daerah masing-masing bila terjadi Defisit terhadap komoditi tertentu maka dapat dilakukan distribusi bahan pangan dari daerah surplus. Kemudian pada kondisi seperti ini perlu kita Terapkan Diversifikasi Pangan (Penganekaragaman) Pangan sehingga kebutuhan Masyarakat akan beras dapat kita minimalisir.

Di tengah pandemi ini Mahasiswa juga dapat bergabung bersama asosiasi Petani untuk membantu pendampingan Distribusi Hasil pertanian dan juga melakukan kampanye melalui media sosial, melakukan diskusi terbuka, dan Edukasi Family Farming sehingga kita harapkan melalui langkah-langkah ini nantinya dapat menjaga ketahanan Pangan Indonesia" Jelas Hasbi Abdullah.

Dalam menjaga ketahanan Pangan juga perlu dilakukan komunikasi yang intens dengan petani sehingga dapat memacu produksi Hasil Pertanian. Pungkas Hasbi. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Lainnya :