Bahas Konservasi Tuntong Laut, Prodi Sumber Daya Akuatik UTU Gelar Kuliah Umum
  • UTU News
  • 24. 11. 2021
  • 0
  • 249

MEULABOH, UTU – Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa serta sebagai upaya konservasi hewan Tuntong Laut, Universitas Teuku Umar melalui Program Studi Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan melaksanakan kuliah umum bersama Yayasan Satucita Lestari Indonesia yang di pusatkan Aula Gedung Terintegrasi UTU, Rabu 24 November 2021.

Tema yang diangkat pada kegiatan tersebut adalah Painted Terrapin (Batagur borneoensis) Conservation, Why and How?. Tema tersebut diangkat dalam rangka kampanye Prodi Sumber Daya Akuatik dan Satucita Foundation terhadap pelestarian hewan asli Aceh Tamiang yang tercatat di IUCN sebagai hewan critical endegered.

Kuliah umum yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prof. Dr. Ali S., M.Si tersebut menghadirkan narasumber Ketua Sukacita Foundation, Joko Gontoro M.Sc. Dalam paparannya Joko Gontoro, M.Sc menyampaikan bahwa kerjasama riset terkait Painted Terrapin (Batagur borneoensis) masih sangat banyak, sehingga peluang melakukan kerjasama permagangan dan penelitian sangat terbuka lebar. Joko juga menyampaikan bahwa terdapat kesempatan skripsi di yayasan tersebut yang akan difasilitasi dengan beasiswa, tentunya dengan kualifikasi yang telah ditentukan.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Prodi Sumber Daya Akuatik,  Dr. Ananingtyas juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan peluang dan tantangan bagi Prodi untuk fokus pada konservasi Batagur borneoensis dalam kerjasama penelitian mahasiswa, dosen dan akan segera ditindaklanjuti dengan kesepakatan kerjasama. Dr. Ananingtyas optimis dengan kerjasama yang terjalin antara praktisi dan akademisi akan mampu mendorong upaya konservasi Batagur borneoensis menjadi lebih baik.

“Kerja keras panitia dalam hal ini dosen SDA telah membuat langkah kecil mengenalkan Batagur borneoensis namun berdampak besar untuk konservasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Support besar dari Sukacita Foundation akan membantu Batagur borneoensis tetap ada dan menjadi icon provinsi Aceh pada umumnya dan Aceh Tamiang pada khususnya,” Pungkasnya.

Untuk diketahui dalam kegiatan tersebut juga diikuti dari yayasan satucita dan beberapa kolega kedua belah pihak diantaranya dari Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu, Banda Aceh, FKIP USK, Islamic Global School Balikpapan, Kalimantan Timur.

 

Lainnya :