BAN-PT Akan Tinjau Kembali Akreditasi Jika Lulusan Menurun
  • UTU News
  • 13. 05. 2020
  • 0
  • 269

MEULABOH, UTU - Hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Tracer Study Perguruan Tinggi, melalui daring (online), Rabu, 13 Mei 2020, ditegaskan bahwa akreditasi yang sudah ditetapkan oleh BAN-PT tetap berlaku selama 5 tahun dan akan diperbarui secara otomatis.

Penegasan itu disampaikan oleh narasumber Dr. Ramzi Adriman, ST.,M.Sc (Ketua CDC Universitas Syiah Kuala) pada kegiatan Bimtek Tracer Study, dalam materi, ‘Pusat Karir dan Tracer Study sebagai Media Penilaian Akreditasi Perguruan Tinggi di Era Kampus Merdeka”

Ramzi menjelaskan, peninjauan kembali akreditasi akan dilakukan Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) jika ada indikasi penurunan mutu, misalnya adanya pengaduan masyarakat (disertai bukti yang konkret), jumlah pendaftar dan lulusan dari perguruan tinggi/prodi tersebut menurun secara drastis lima tahun berturut-turut.

Dalam penjelasan lebih rinci, perguruan tinggi yang terakreditasi B atau C dapat mengajukan kenaikan akreditasi kapanpun secara sukarela. Akreditasi A akan diberikan bagi prodi yang berhasil mendapatkan akreditasi internasional yang diakui akan ditetapkan melalui keputusan menteri. Sedangkan pengajuan re-akreditasi perguruan tinggi dan prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah mendapatkan akreditasi yang terakhir kali.

Dalam situasi saat ini, menurut Ramzi, semua perguruan tinggi dan prodi wajib melakukan proses akreditasi setiap 5 tahun dan proses akreditasi dapat berjalan sampai dengan 170 hari (bagi perguruan tinggi), dan 150 hari (bagi program studi).

Sebagaimana berita sebelumnya, sebanyak 12 dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (FISIP-UTU) diperkenankan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Tracer Study Perguruan Tinggi, melalui daring (online) selama dua hari, 12-13 Mei 2020.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Putri Maulina, M.I.Kom menjelaskan, Bimtek Pengelolaan CDC/Tracer Study Perguruan Tinggi dilaksanakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Perwakila Aceh. “Beberapa orang dosen FISIP UTU dari semua jurusan diperkenankan mengikutinya sebagai peserta”, ujar Putiri Maulina.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan CDC/Tracer Study tersebut dilaksanakan via daring dengan menggnukan aplikasi Zoom Meetings. Dosen Fisip yang ikut Bimtek tersebut adalah Putri Maulina, Reni Juliani, Desi Maulida, Anhar Fazri, Jamal Mildat, Fadhil Ilhamsyah, Safrida, Nodi Marefanda, Triyanto, Nurkhalis, Yeni Sri Lestari, dan Muzakkir.

Hari pertama, Selasa, 12 Mei 2020, materi Bimtek adalah Simulasi dan Tata Kelola Pelaporan Pusat Karir dan Tracer Study bagi Peningkatan Akreditasi di Perguruan Tinggi dengan narasumber Prof. Drh. Aris Junaidi, Ph.D (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud RI), dan moderatornya, Dr. Muhammad Ilham Maulana, ST.,MT (Sekretaris LLDIKTI Wilayah XIII Aceh).

Pada hari kedua, Rabu, 13 Mei 2020, materinya adalah Pusat Karir dan Tracer Study sebagai Media Penilaian Akreditasi Perguruan Tinggi di Era Kampus Merdeka” pematerinya Dr. Ramzi Adriman, ST.,M.Sc (Ketua CDC Universitas Syiah Kuala), dan moderator Drs. M. Najib M.Pd (Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya LLDIKTI Wilayah XIII Aceh.

Prof. Aris antara lain menjelaskan, tracer studi merupakan pelacakan jejak lulusan /alumni setelah lulus dari perguruan tinggi yang bertujuan untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi (dikti) ke dunia kerja, situasi kerja terakhir, keselarasan dan aplikasi kompetensi di dunia kerja.

Tujuan dan manfaat tracer studi memetakan pasar kerja untuk calon alumni, menelusuri jejak alumni, merencanakan pengembanan kurikulum, melaksanakan kegiatan seminar, pelatihan kepada calon alumni. Informasi pengembangan pendidikan tinggi, evaluasi relevansi dunia pendidikan dan dunia kerja, berkontribusi kepada proses akreditasi dan membantu menyediakan data untuk kebijakan pemerintah/nasional dan untuk kepentingan penelitian.(***)

Komentar :

Lainnya :